Home » , , » Review Film Pizza Man (2015) : Pengantar Pizza Malang atau Bahagia (?)

Review Film Pizza Man (2015) : Pengantar Pizza Malang atau Bahagia (?)


     Renee Pictures lagi gencar banget buat film di tahun ini. Setelah horor Film Tuyul Part-1, sekarang giliran genre action comedy, lewat Film Pizza Man. Pemeran pasti selalu ada Gandhi Fernando yang juga merangkap jabatan lain seperti produser dan co-writer. Film yang lalu sudah membuat kesan, lalu bagaimana dengan Pizza Man?


     |POSTER & TRAILER| Harus diakui publikasi Pizza Man gencar banget dilakuin sama Renee Pictures. Mulai dari tiga versi poster, dan banyaaaaak poster tiap karakter dalam film. Bahkan perhatiannya sampai pada karakter yang cuma muncul beberapa saat di film aslinya. Semua posternya menarik, unik, gak norak, fresh, dan enak dilihat.


     Trailer juga datang dengan begitu berwarna, menarik, dan menawarkan cuplikan-cuplikan yang segar dan mengundang rasa penasaran penonton untuk segera nonton film ini.


     |CERITA| Premis cerita Pizza Man itu seru, baru, segar, dan bener-bener bikin penonton penasaran gimana kelanjutan ceritanya. Kejadian yang berlangsung sekitar dua hari, berhasil diracik dengan alur maju-mundur yang ringan. Cerita tentang pengantar pizza, memang pernah diangkat jadi Film Hotline 666, salah satunya. Tapi, konflik yang diangkat Pizza Man berbeda, dan lumayan punya kedalaman, walaupun agak memaksa. Karena penonton tidak diberikan penjelasan yang lebih dalam terhadap suatu situasi.


     |VISUAL| Film ini digarap menggunakan kamera DSLR, kalau kurang yakin, cek aja behind the scenenya. Hasil yang ditampilkan juga "DSLR banget". Entah shakingnya, fokusnya, dan termasuk juga resolusinya. Layar di bioskop tidak tambah melebar seperti film-film biasa pada umumnya, akhirnya film ini jadi kurang terasa "film layar lebarnya", kurang megah. Walaupun diluar itu, angle yang diambil bagus, shotnya juga indah. Minus yang lain adalah lightingnya kasar dan noise banyak.


     |AUDIO| Sepanjang dengerin film, enak-enak aja sih. Suara castnya jelas, scoring bagus, soundeffect juga pas. Cuma ada adegan, tapi aku lupa dibagian mana pastinya, tapi yang jelas itu waktu Yuki Kato ngomong, ada situasi yang sepi, gak ada musik ilustrasi apa-apa, rasanya jadi kurang ngangkat emosinya. Musik baru muncul di bagian akhi-akhir si Yuki ngomong. Soundtrack film ini seru, asyik dan meriah gitu, apalagi yang nyanyi juga yang bermain di film ini, jadi lebih ngefeel.


     |ACTING| Gandhi Fernando menunjukkan performa akting yang semakin membaik dibanding di Film Tuyul Part-1, mungkin karena perannya disini lebih santai.


     Yuki Kato berperan gak sebagus biasanya. Aktingnya di beberapa scene yang "heboh sendiri" Yuki terlihat kurang natural. Tapi walaupun begitu, aktingnya masih tetap bisa dinikmati, dan sesuai dengan mood film.


     Karakternya yang suka bicara kotor, keliatan alami banget dibawain Joanna Alexandra. Selain karena aktingya yang natural, mungkin karena tampang yang cocok dengan tokoh di Pizza Man.


     Karina Nadila di paruh awal film, bermain lumayan tanggung. Tapi semakin kebelakang, terlihat semakin menjiwai. Tapi kadang-kadang, ekspresinya kurang dapet di beberapa scene.


     Belasan aktor dan aktris lain yang munculnya gak sebanyak empat tokoh utama, cukup menarik perhatian. Karena banyak diantara mereka, yang merupakan artis yang belum terkenal banget tapi sudah dikenal orang. Jadi seru ngelihatnya.


     |KESIMPULAN| Kesederhanaan dari sektor teknis, tak membuat premis Pizza Man yang menarik, menjadi basi. Comedy dan action yang ditawarkan juga tereksekusi dengan lumayan baik, cukuplah untuk menghibur penonton. Performa dari banyak aktor dan aktris yang sudah mumpuni, berhasil memberikan "roh" kedalam film ini kepada penonton, sehingga penonton bakal ngerasain "greget"nya. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi