Home » , , » Review Film Tarot (2015) : Memanjakan Mata, Telinga dan Jantung

Review Film Tarot (2015) : Memanjakan Mata, Telinga dan Jantung


     Digadang-gadang sebagai film horor terseram di tahun 2015, Film Tarot hadir mewarnai layar lebar Indonesia, produksi dari Hitmaker Studios dan karya Jose Poernomo. Bukan kali ini aja, Jose membuat film horor bareng Hitmaker, beberapa film sebelumnya seperti Rumah Kentang, 308, hingga Rumah Gurita, telah mendulang kesuksesan. Begitu juga dengan Shandy Aulia dan Boy William yang pernah bermain di Rumah Gurita, kembali bermain disini. Apakah film ini sesuai harapan?


     |POSTER & TRAILER| Terlihat kalau poster film ini dikonsep dengan matang. Detail warna, efek, komposisi yang ada, punya porsi yang pas. Menarik juga karena pemilihan karakter tulisan, penataan, pewarnaan juga unik.


     Trailer film ini begitu memukau. Setiap detail yang ada, scene yang seru, beberapa ketegangan dimunculkan dalam durasi yang cukup panjang, hampir tiga menit, tapi sama sekali gak bosan. Calon penonton benar-benar bisa menikmati rasa penasarannya yang datang mulai dari detik-detik awal hingga akhir trailer.


     |CERITA| Kisah tentang seorang kembar yang akhirnya salah satu diantaranya meninggal dan menghantui saudaranya, mengingatkan kita dengan film Alone asal Thailand yang direlease tahun 2007. Tapi jangan pikir kalau Tarot memiliki cerita yang sama, no! Film Tarot memiliki kemasan cerita dan gaya penceritaan yang lengkap. Mulai dari pengenalan awal, masalah mulai muncul, emosi penonton diajak naik-turun, hingga film ini diakhiri dengan penyelesaian yang matang, bukan selesai sekedarnya.


     Penonton gak cuma sekedar menonton film horor aja, tapi juga diajak untuk ikut menjadi bagian dari film. Ini terasa begitu kuat ketika konflik batin yang dialami tokoh di Film Tarot, dihadirkan dengan gaya drama yang jarang ditemui di genre horor. Drama romantis yang dihadirkan gak cuma sebagai pelengkap, tapi memang menjadi bagian untuk film yang tak dapat dipisahkan. Cerita Film Tarot memang dipikirkan secara mantab, apalagi dengan waktu penceritaan yang luas.


     |VISUAL| Gak perlu diraguin lagi, Jose Poernomo selaku Sutradara dan Penata Kamera memang hits banget hasilnya. Coloring sedikit sephia, angle, shot, teknik pegambilan, semuanya pecah abisssss. Mata penonton memang bener-bener dimanjain. Termasuk efek buat Shandy Aulia dan kembarannya, hantunya, dalam satu frame, halus banget dan sukses mengelabuhi penonton.


     Editannya keren, apalagi di setiap scene penting, kayak efek pecahan kaca nembus kulit, bisa dapet feelnya. Efek slow motion juga begitu memukau. Sampai kejernihan gambar yang prima, memanjakan mata. Make up buat karakternya keren. Animasi yang dipakai seperti api terlihat hampir nyata, cuma yang kecelakaan mobil masih kurang sih.


     |AUDIO| Anto Hoed berhasil banget buat musik yang syahdu pas adegan romance dan musik tegang yang pas waktunya. Ditambah voley, sound effect, dan dubbing yang natural, membantu banget mainin mood emosi penonton. Detail yang indah buat audionya. Selain itu, Tarot juga punya "Stranger in My Bed" sebagai Original Soundtrack yang dinyanyikan Boy William. Kerennya gak cuma jadi soundtrack yang sekedar dijadiin musik ilustrasi aja, tapi lagu ini juga dijadiin "narasi monolog" didalam film, dan itu masih jarang ditemukan di film Indonesia.


     |ACTING| Boy William (Tristan) semakin profesional berakting. Terlihat dia sangat menikmati dan nyaman melakukan setiap adegannya. Chemistry dengan Shandy Aulia juga sudah terbangun dengan kokoh. Hasilnya akting Boy, natural, mantab, dan tegas. Boy pintar untuk menyesuaikan ekpresi, mimik dan segala macemnya di setiap adegan.


     Shandy Aulia (Julie & Sofia) juga semakin matang dalam berperan di kancah film horor. Apalagi disini, tantangan untuk memerankan dua peran manusia dan jadi hantu, so nice! Dia bisa berakting dengan sangat baik. Terlihat jelas, ketika dia jadi Julie, maupun saat jadi Sofia, bahkan jadi hantu sekalipun, Shandy total. Salut!


     Sarah Wijayanto (Peramal Tarot) sebagai seorang peramal tarot juga di dunia nyata, dia bisa berakting dengan cantik. Padahal kata Sarah sendiri, Film Tarot merupakan film perdananya. Dialog yang dia mainkan juga cukup panjang dan rumit, dia juga bisa melaluinya dengan lancar dan maksimal. Pemain pembantu lainnya juga bermain bagus, gak ada yang menodai film ini dengan akting yang kurang.


     |KESIMPULAN| Kapan lagi bisa nonton film horor yang ada kisah cinta romantis yang memanjakan mata, telinga, hati, hingga meneror jantung. Sekali lagi apresiasi yang sangat tinggi buat Jose Poernomo, Hitmaker Studios, Shandy Aulia, Boy William, Sarah Wijayanto dan seluruh crew produksi Film Tarot, telah membuat karya yang begitu keren. #BanggaFilmIndonesia

8 komentar:

  1. Widihhh ratingnyaaa tinggi banget.
    Jadi makin penasaran...
    *ekspektasi makin gede nih*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaya penceritaannya beda sama film horor Indonesia yang udah-udah, sensasi visual dan audio yang berkelas internasional.

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. ngga sependapat bgt nih bro, gue dan temen temen gue masih bisa ketawa ketiwi bahkan hampir disepanjang film karena dialog dialog konyol si sandy aulia, trus effeknya pun masih kurang "niat". ceritanya pun masih predicted bgt. tp yg bikin gue kagum itu tata-an sinematografinya ala ala josepurnomo dari film jelangkung masi bisa kerasa di film ini, kalo buat gue sih ratingnya masih 2/5 sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap penonton punya pengalaman, ekspektasi, referensi hingga selera yang berbeda, sedikit banyak beberapa faktor itu juga ikut mempengaruhi reaksi penonton untuk mengapresiasi sebuah karya film. Sehingga perbedaan pendapat itu wajar. Film Tarot juga belum sempurna, tentunya butuh saran dan masukan dari para penontonnya, bukan begitu? Hehe.

      Kalau buat aku dan penonton yang satu studio sama aku waktu itu, dialog-dialognya disusun dengan pas sama situasi dan karakternya. Pas lucu ya lucu, pas polos ya polos, dan seterusnya. Itu bisa dilihat dari reaksi penontonnya yang pas sama adegannya.

      Makasih udah ikut berpartisipasi untuk #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  3. Saya sudah menonton, dan benar banget dirinciin secara detail... Menurut gue emang bener pendapat Hitmaker yang bilang kalau Tarot adalah film terseram 2015. Cuma Tarot yang bikin gue was-was duduk dibangku penonton sekaligus bikin gue kelojotan pas hantu Sofia di zoom, itu serem banget. Dan audionya memperkuat ketakutan penonton, nampol banget. Dan yang bikin ilfil itu pas lagi serem ada penonton yang ketawa, dan itu kecewa*curhat*...
    Gue sependapat sama lo.. Dan sampe hari ini gue masih mengagumi film itu. Sampe udh nonton 3 kali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman nonton di studio bareng penonton yang suka salah respon itu emang nyebelin. Pas lagi tegang, malah ketawa, lagi romantis ketawa, lagi sedih ketawa, gak tau itu penonton paham yang ditonton atau enggak, haha.

      Untuk itu, kita sebagai penonton film juga harus paham atas film yang mau kita tonton, apakah kita akan dibawa ketawa, sedih, takut atau yang lain. Seorang film maker sekalipun, saat duduk di theater akan berlaku seperti penonton biasa, bukan seorang film maker, pasti nanti responnya akan beda.

      Oh ya, terima kasih banyak udah ikut #BanggaFilmIndonesia dan juga atas apresiasinya terhadap film horor Indonesia, terus ajak orang-orang disekitarmu buat nonton film Indonesia =))

      Delete
  4. Memang sya juga akuin kalau filmnya keren!! Tapi ada beberapa adegan yang kayaknya janggal seperti kita ketahui di awal film waktu sopia mengurung julie di kmr kemuadia mamanya marahin sopia dn bilng kmu ngapain kurung kakak kmu di kmr?. Nah waktu prtngahan film julie bilng sama tristan kalau Mungkin julie bukan adik yang baik sama sopia!! Secara filmnya jadi aneh!! (Yg mna kk yg mana ade). Yg kedua waktu tristan pura" menjatuhkan garpu untuk melihat kaki julie menynth lantai atau tidak dan ternyata betul Kakinya ga nyentuh!! Nah pindah ke adegan berikutnya waktu julie mau mengobati luka tristan tpi tristan malah membantah dan menjatuhkan obatnya lalu julie mengambil kembali obat tersebut dan kakinya kok nyentuh lantai y? Tapi gpp lah! Lupain adegan itu! Sooo filmnya good banget
    #MajufilmIndonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hitmaker Studios keluarin film horor lagi lho tahun ini, ada di sekitaran halloween, judulnya The Dool. Kalau dari bocorannya, ini bakal lebih seru daripada Tarot.

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi