Home » , » Review Film Wewe (2015) : Bosan dan Seru Jadi Satu

Review Film Wewe (2015) : Bosan dan Seru Jadi Satu


     Sudah lama sutradara kawakan Rizal Mantovani tak menelurkan karya film panjangnya, apalagi yang horor. Akhirnya Film Wewe ini membawa angin segar buat pecinta karya dari Rizal. Didukung aktris yang lagi in sekarang, Nabilah JKT48, dan juga sosok makhluk halus "lokal" yang jarang diangkat "Wewe", apakah film ini bisa memenuhi ekspektasi penonton?


     |POSTER & TRAILER| Ada sisi menarik, ada sisi yang tanggung di poster ini. Yang bagus itu pemilihan font "Wewe", suasananya, coloringnya, dan adanya tokoh utama. Tapi si hantu Wewe yang ada di poster kurang greget, karena gak keliatan mukanya. Aku pikir karena emang gak punya muka, ternyata di filmnya punya. Kan jadi percuma, gak ditampilin di poster, yang jelas buat media promosi. Kalau niatnya buat calon penonton penasaran, tapi kayaknya kurang tepat kalau di horor.


     Trailer lumayan datar sebenernya. Gak ada sesuatu yang spesial yang dihadirkan disini. Greget buat ngajak penonton juga gak terlalu besar. Sosok Wewe, Nabilah JKT48, dan Khadijah Banderas yang menjadi daya tarik kuat di film ini.


     |CERITA| Ceritanya biasa, kenapa? Banyak kejadian, gak punya motivasi yang jelas. Urutan kejadian juga terkadang gak pas. Masalah yang diangkat udah biasa banget. Scene-scene yang "apa banget", mulai dari guru les tari yang pura-pura jadi dukun, polisi satwa yang ngelacak pakai anjing, si Wewe yang angkat-angkat meja, dan adegan-adegan aneh lain. Mungkin niatnya buat istirahat dari ketegangan, tapi malah ganggu mood penonton.


     Sosok Wewe juga gak konsinsten, kadang tinggi, kadang nenek-nenek, kadang gendut, dan lain-lain. Akhirnya penonton bingung, apakah ada banyak Wewe, atau cuma satu. Sarannya sih harusnya satu aja, tapi karakternya kuat. Kalau dari pengalaman nontonnya, di awal sampai tengah film lumayan membosankan, tapi bagian inti di akhir, Film Wewe bikin jantung berdegub kencang sampai film selesai. Salute!


     |VISUAL| Lighting kurang halus, pergerakan kamera di beberapa tempat goyang, tapi pengambilan angle shot bagus. Coloringnya gak konsisten dari awal sampai akhir film, jadi "roh" film gak kuat. Editingnya kurang, terutama kesinambungan antar shot. Trus di bagian akhir-akhir, shot perpaduan antara dua situasi yang beda mood itu, nampaknya gagal, karena gak membuat mood penonton terbangun dengan baik. Green screen waktu di mobil, juga kasar, harusnya take beneran aja.


     |AUDIO| Diawal nonton film, udah disuguhin nama besar "Andi Rianto", wuihh ekspektasi langsung tinggi. Tapi pas udah mulai, dubbingnya jelek, keliatan kayak tempelan, voley juga gak natural, musiknya keliatan grande, tapi filmnya sendiri gak grande, akhirnya berasa musiknya terlalu keren. Tapi semakin kebelakang film, ternyata musik dari Andi Rianto ini memang sangat menolong Film Wewe, apalagi di adegan-adegan yang vital. Kerenlah kalau udah dipegang Andi Rianto.


     |ACTING| Nabilah JKT48 dipilih untuk bermain di Film Wewe oleh Rizal Mantovani, karena dia mencari sosok cewek yang masih polos, ya kurang lebih sosok itu dia temukan di Nabilah. Aku cukup menangkap maksud dari Rizal, tapi sayang eksekusi dari Nabilah, kurang maksimal, kurang greget.


     Khadijah Banderan bermain meyakinkan disini. Walaupun aktingnya dan peran yang diambil gak jauh beda sama Film 13. Agus Kuncoro juga bermain biasa, mungkin karena efek dubbing yang gak natural. Begitupun dengan Inong Ayu, chemistry dengan Agus juga masih terasa hambar. Yafi Tesa yang berperan jadi anak yang pernah diculik Wewe, bagus mainnya. Tapi secara umum, dialog yang dipakai kurang bagus. Seperti obrolan antar orang tua, anak, guru tari, sampai polisi, yang tak mencerminkan pribadi mereka yang sesungguhnya.


     |KESIMPULAN| Film Wewe secara cerita, naskah, teknis, digarap kurang maksimal memang. Termasuk sosok Wewe yang kurang greget, padahal sebenernya potensial untuk menjadi sosok yang sangat menakutkan, tapi kurang digarap dari sisi naskahnya. Keluar dari teknis apapun, tujuan film horor yang biar penontonnya tegang, dan film ini berhasil membuat penonton tegang, jantung berdegub kencang di bagian-bagian penting di film ini. #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi