Home » , , » Review Film Turis Romantis (2015) : Konflik Berat, Komedi Ringan

Review Film Turis Romantis (2015) : Konflik Berat, Komedi Ringan


     Setelah Saurabh Raj Jain berperan di Film Check-In Bangkok belum lama ini, sekarang giliran Shaheer Sheikh yang ambil peran di Film Turis Romantis. Sebelum menjadi Turis Romantis, film ini berjudul Azan Tak Pernah Ingkar Janji, entah motivasinya apa. Tapi diluar dari Shaheer ataupun gantinya judul film ini, apakah Turis Romantis bisa jadi tontonan yang romantis?


     |POSTER & TRAILER| Poster film ini bagus sebenernya, cuma sayang aja kalau cuma Shaheernya aja yang ditonjolkan disini. Bahkan sampai 75% bagian poster, isinya Shaheer semua. Ditambah lagi dengan pose Shaheer yang lagi motret itu, salah posisi. Waktu aku baca di forum tetangga, aku juga baru sadar, kalau tangan kanan Shaheer itu gak lagi megang di shutter, kan aneh. Walaupun Shaheer bukan fotografer sekalipun, harusnya pembuat poster bisa attention to detail.


     Trailernya gak terlalu greget sebenernya, kecuali karena (lagi-lagi) jualan pesona Shaheer dan keindahan Kota Jogja. Di film ini sendiri, sebenernya gak terlalu mengeskpos Jogja seperti di ftv sih, tapi ini jadi langkah bagus, jadi gak mainstream, walaupun yang ditayangin di trailer, kayak ftv.


     |CERITA| Setelah nonton beberapa menit awal, baru sadar kalau Film Turis Romantis bukan sekedar film bergenre drama, tapi juga komedi. Terlihat cukup niat melucu, walaupun eksekusinya kurang maksimal, entah dari materinya, maupun teknisnya, akhirnya banyak lelucon yang garing.


     Drama di film ini memiliki konflik yang pelik dan berat, itu keren. Tapi karena ada selingan komedi yang gak penting dan ganggu di adegan-adegan vital, jadinya film ini gagal menusuk penonton dengan dramanya, dan gagal membuat penonton ketawa. Yang ada malah jengkel karena moodnya hancur. Padahal film ini sudah membangun suasananya bagus, tapi dihancurkan sendiri oleh komedi gak pentingnya sendiri.


     |VISUAL| Angle yang diambil gak terlalu spesial, tapi gambar yang dihasilkan jernih dan fokus yang baik. Pencahayaan juga baik, termasuk efek waktu adegan main judi. Drone yang dipakai goyang-goyang, dan berkesan gak terlalu menyatu sama adegan sebelum atau sesudah. Seolah-olah cuma ikut tren pakai drone, biar keren.


     |AUDIO| Dubbing bagus, terdengar natural. Musik juga bermain dengan baik memainkan emosi penonton, termasuk saat peralihan situasi tegang-komedi-tegang di satu adegan. Soundeffect buat komedi kadang-kadang memaksa, tapi di tempat yang pas, itu bagus. Walaupun ada beberapa adegan potensial lucu kalau di beri sfx, tapi malah kosong dari sfx.


     |ACTING| Shaheer memang sudah jelas punya jejak akting di banyak film, di Turis Romantis dia berakting dengan pas sesuai karakternya. Gak terlihat dibuat-buat maupun berlebihan. Kurangnya sih di chemistry sama Kirana, tinggal dipoles dikit lagi, udah manteb pasti.


     Kirana Larasati bermain bagus seperti di ftv-ftv yang pernah dia mainkan. Tapi memang dia terasa masih kurang untuk jadi cewek yang tomboy di film ini, masih terasa "ftv"nya.


     Mike Lucock berperan gak jauh beda sama film-film yang pernah dia mainkan ,jadi orang Arab misal. Bagus memang, cuma jadi terlihat hampir sama saat liat dia jadi orang Arab maupun India di film ini. Tapi gregetnya di jadi rentenir udah dapet. Selain Mike, pemeran-pemeran lain seperti preman, bapak dan ibu Kirana, bermain lumayan bagus, walaupun kadang-kadang terasa aneh maupun lucu. *bukan lucu yang sesungguhnya.


     |KESIMPULAN| Senoaji Julius sebagai Sutradara Film Turis Romantis punya konsep yang bagus untuk cerita dan komedi, cuma sayang komedi yang gak greget, malah sedikit mengganggu cerita yang udah dibangun keren sejak awal film. Secara keseluruhan film ini menghibur dengan kondisi pemeran yang bagus, dan cerita yang kompleks. #BanggaFilmIndonesia


2 komentar:

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi