Home » , , » Review Film Romeo + Rinjani (2015) : Rasanya Hambar

Review Film Romeo + Rinjani (2015) : Rasanya Hambar


     Film Romeo + Rinjani, memiliki setting gunung yang mengingatkan kita pada Film 5 cm pada akhir Tahun 2012. Bedanya, film ini memakai Gunung Rinjani sebagai latar jalannya cerita. Diisi aktor dan aktis yang lagi fenomenal, Deva Mahenra dan Kimberly Ryder, menjadi ramuan menarik. Ditambah juga Alexa Key, pendatang baru di dunia film, setelah di awal 2015 filmnya Garuda Superhero sudah tayang. Tapi apakah semua itu sudah cukup untuk membuat penonton terhibur?


     |POSTER & TRAILER| Poster film ini sempat dibicarakan netizen di sosial media karena penampilan minim Alexa Key di poster saat naik gunung, tapi sudah diklarifikasi Deva Mahenra yang juga bermain di film ini, katanya poster itu hanya sebagai bagian dari artistik. Diluar kontroversinya, poster Film Romeo + Rinjani memang menawan hati. Potret tiga tokoh penting dan alam Gunung Rinjani yang di mix dengan indah.


     Begitu juga dengan trailer film ini yang amat mengagumkan. Potongan video yang digunakan, membuat greget calon penonton untuk segera ke bioskop. Mantab pokoknya.


     |CERITA| Sebenernya pesan yang mau disampaikan dari film ini tuh bagus, materi cerita juga unik. Tapi sayang penggarapan naskah kurang banget, alurnya berantakan, konstruksi tangga dramatik tidak terbentuk, jadi dampaknya film ini hambar. Gunung Rinjani yang eksotispun jadi sebatas setting aja, padahal kalau lebih di eksplore lagi, bakal lebih bagus, walaupun memang ini bukan film petualangan. Dialog yang muncul juga gak berbobot, akhirnya suasana gak terbangun, dramanya gagal, komedi juga gak asyik. Konflik yang muncul juga gak logis, siapa orang yang setega itu nggantung anak orang di gunung cuma buat ngetes ke 'playboy' annya.


     |VISUAL| Shot yang diambil indah, karena lokasinya memang bagus. Anglenya standar, banyak kamera statis juga, lagi-lagi keindahan Gunung Rinjani gak di kupas secara dalam, bener-bener sayang. Kualitas gambarnya juga gak terlalu jernih, entah karena faktor kamera atau yang lain. Permainan fokus juga tanggung, jadi di beberapa scene kesannya sering out focus. Malah pas shot "Alexa Key" ambilannya bagus.


     |AUDIO| Musiknya sih biasa. Gak terlalu menonjol. Pembawaan penonton ke suasananya kurang. Dubbing di lumayan banyak, terdengar kurang alami. Voley juga lemah. Beberapa suara kayaknya hilang, tapi ada responnya, kan jadi aneh.


     |ACTING| Gak perlu diraguin lagi, akting Deva Mahenra maksimal. Dia bisa berperan layaknya seorang playboy cap keren. Tapi yang lumayan aneh, entah Deva memang dibuat 'dekil' (baca: kusam) atau gimana, tapi kalau dibandingkan Alexa Key yang saat naik gunung masih masih make up. Waktu Romeo (Deva Mahenra) sakit di bagian akhir, mukanya terlihat berkilau banget, jadi timpang kalau dibandingin Kimberly Ryder yang terlihat 'bagus', walaupun orang sakit memang mukanya gitu, tapi ya gak gitu-gitu juga sih.



     Kimberly Ryder berhasil memerankan Raline, walaupun terlihat karakternya kurang kuat, mungkin karena efek dari naskah yang kurang matang. Secara keseluruhan aktingnya meyakinkan.


     Walaupun ini baru film ke dua, tapi Alexa Key memiliki kualitas yang baik saat menjadi Sharon di film ini. Kurangnya sih greget pas adegan-adegan menegangkan, kurang ngefeel.


     Pemain lain seperti Fico Facriza juga sedikit menghibur. Dona Harun terasa kurang mantab mainnya, ya mungkin karena naskahnya. Gary Iskak juga sama, karakternya gak kuat, jadi bingung, sebenernya adegannya dia itu seirus atau komedi. Sam Brody berperan sebentar, tapi cukup menghibur juga. Penampilan dari Ryn dan Novi juga masih kurang.


     |KESIMPULAN| Buat yang udah kagum sama poster maupun trailernya, boleh kok, mereka memang keren. Tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi saat akan menonton film ini. Apalagi bayangin kamu dapet banyak ilmu mendaki gunung dari film ini. Tapi Film Romeo + Rinjani membawa angin segar untuk pengagum Deva Mahenra, Kimberly Ryder, dan Alexa Key. #BanggaFilmIndonesia

7 komentar:

  1. Bintang 2 1/2 untuk film Indonesia lumayan lah.
    Pengen nonton film ini. Sejujurnya bukan karena beranggapan dari judulnya ini film petualangan tapi krn faktor PU nya :D

    Nice review. Senang baca review2 di sini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Faktor PU? Haha, 'Pemeran Utama'?

      Terima kasih Selvia Sari =))

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  2. Replies
    1. Anggap aja kamu diajak naik Gunung Rinjani via bioskop =))

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
  3. Reviewnya bagus, detil, logis tp nggak menjatuhkan.
    Krna saya fans berat Deva memang dr awal niat nonton film ini utk menikmati kemampuan akting Deva. Meski alurnya cukup nggak jelas..tp unpredictable endingnya bikin twist yg greget saat menonton. Over all menghibur banget sih.

    Jadi film ini emang bukan utk anda yg berekspetasi bakal serupa film petualangan 5cm. Harap dipahami dulu kalo ini genre romkom yg mengambil setting Rinjani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dobel jempol buat mas Fajar Bustomi, kru dan cast...effrot banget proses syutingnya...duuuuh

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete
    2. Setiap pembuatan film pasti punya effort yang beda pas proses pembuatannya, termasuk di Romeo + Rinjani, karena setting gunung yang gak main-main, entah dari medan sampai suhu udara yang pasti dingin. Entah apa yang dirasakan setiap crew dan castnya. Apalagi Deva khususnya, di gunung dia digantung pake ular dan gak pake baju. Salut!

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi