Home » , » Review Film Cinta Selamanya (2015) : Romansa Cinta Dewasa

Review Film Cinta Selamanya (2015) : Romansa Cinta Dewasa


     Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan pernah berperan sebagai sepasang kekasih di Film Hello Goodbye tahun 2012, itupun saat keduanya belum terikat oleh pernikahan. Saat ini, Film Cinta Selamanya, menampilkan pasangan yang telah meresmikan hubungan sehidup-sematinya Agustus 2014 yang lalu. Terinspirasi dari kisah cinta Fira Basuki dan Hafez, apakah cinta mereka bisa membuat penonton kagum selamanya?


     |POSTER & TRAILER| Menampilkan Rio Dewanto (Hafez) dan Atiqah Hasiholan sedang berpose mesra elegan dengan background Eropa. Ditambah efek orang-orang sekitar yang kabur, mengisyaratkan bahwa cinta itu membuat dunia seakan milik berdua. Konsepnya simpel tapi pesan yang disampaikan mengena. Coloring poster, dan pemilihan font juga tepat.


     Trailer berjalan dengan asyik, seru, dan menggugah para penonton untuk segera ke bioskop dan nonton film ini. Rio dan Atiqah yang memang seorang suami-istri di dunia nyata, dan di angkat ke layar lebar, menjadi magnet kuat film ini.


     |CERITA| Kisah seorang wanita karir yang janda, telah memiliki anak, dan mencintai lelaki muda alias berondong, memang sudah pernah ada yang mengangkatnya. Namun Cinta Selamanya memiliki kedalaman dan gaya penceritaan yang cepat, unik, padat, seru, asyik, ditambah konsep yang jarang bahkan mungkin belum ada yang pernah mengeksekusi seperti ini. Karakter kuat baik dari pemain maupun lingkungan, terjaga dengan amat baik. Pemillihan ending naratif, tapi bisa dapet pesannya, itu susah, karena film ini punya diksi yang dirangkai dengan indah.


     |VISUAL| Selama sekitar 1,5 jam penonton disuguhin visual yang sangat indah. Menarik, konten padat, teknik editing yang asyik, pengambilan angle seru, layar jernih, belum lagi setting yang diambil memang keren, dan bener-bener penonton terpaku lihat ke layar terus. DOPnya keren abissss.


     |AUDIO| Komplit bangetlah film ini, visual keren, audio juga bagussss. Dubbing halus, natural, musik scoring pas, original soundtrack juga ngena dihati, dan voley juga detail. Teknik memasukan lagu-lagu jawa, keroncong, gamelan, orchestra, bisa menyatu dengan gambar, dan berkesan sangat highclass, gak jadi film kampungan istilahnya.


     |ACTING| Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan emang udah jadi jaminan kualitas kelas tinggi buat akting di film. Berperan sebagai Hafez dan Firanya bisa dapet abis. Mungkin karena mereka memang pasangan 'beneran', jadi masalah chemistry gak perlu diraguin lagi. Setiap adegan biasa sampai ke mesra, mereka bisa masuk banget ke karakternya. Gak keliatan kayak Rio dan Atiqah, tapi ya Hafez dan Fira. Salut banget!


     Shalon Razade yang berperan jadi Syaza atau anak dari Fira, berperan dengan begitu natural juga. Bisalah mengimbangi Atiqah maupun Rio. Emang mereka keliatan kayak bener-bener keluarga kecil bahagia. Seneng gitu penonton ngeliatnya.


     |KESIMPULAN| Ucapkan terima kasih banyak buat Piu Syarif sebagai penulis naskah, Susanti Dewi sebagai produser, dan Fajar Nugros sebagai sutradara, telah membuat karya seindah ini. Buat Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan yang selalu total dalam berakting, terima kasih udah mencurahkan hati kalian di film ini. Termasuk buat Fira Basuki dan Alm. Hafez, untuk kisah cinta kalian. Film Cinta Selamanya, semoga terkenang selamanya. #BanggaFilmIndonesia

2 komentar:

  1. Harusnya kamu nonton ini sama Intan Za hahaha tp dia udah move on ke Koh Ed ding ya sejak Rio Dewanto nikah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya aku kepikiran ngajak Intan sih, tapi karena kemaren pas aku selo, temenku yang aku ajak juga selo, jadi yoo langsung cus nonton, hahaha, ndak kelamaan nanti #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi