Home » , » Review Film Janji Hati (2015) : Aliando dan Pesonanya

Review Film Janji Hati (2015) : Aliando dan Pesonanya

     Awalnya Janji Hati berencana tayang Desember 2014. Tapi lama tak terdengar kabarnya, ternyata waktu tayangnya pindah 5 Februari 2015, dengan tagline "Valentine 2015 Datang Lebih Awal". Janji Hati juga punya waktu tayang exclusive "Cuma Satu Minggu di Bioskop" dan statement awal dari sang produser sekaligus pemilik Pusdiklat Rumah Terindah, Rudi Sudjarwo "Ini bukan film, tapi ....... manusia yang ada didalamnya" aku gak hafal persis, karena cukup cepat tadi, cukup unik dan bikin bertanya-tanya.

     |POSTER & TRAILER| Poster resmi Janji Hati, seperti yang ada diatas. Aliando punya porsi besar di poster. Di ikuti Elvira Natali dibelakangnya. Cukup simpel, disusun dari gabungan beberapa foto tokoh dengan ekspresi sedih dan latar pohon ilalang yang memiliki kesan romantis.
     Waktu tadi searching poster Janji Hati, aku nemu versi lain. Tekniknya masih sama, penggabungan beberapa foto. Jujur aku lebih suka poster yang ini. Ada shot yang menunjukkan kemesraan tokoh dan di sisi lain melihatkan raut wajah sedih, menggambarkan isi film dengan baik. Tapi aku kurang tau juga kenapa poster yang orange, yang dipilih, walaupun itu gak buruk.
     Setelah Janji Hati pindah tayang jadi 5 Februari 2015, trailernya jadi dipenuhi "bumbu-bumbu Valentine" dan dibuat "sewarna" dengan posternya. Warna dasar orange dan ornamen merah sebagai penggambaran hati. Trailer banyak menujukkan adegan romantis, sedikit konflik, dan banyak memperlihatkan lokasi yang keren, inilah poin bagusnya. Apalagi dari awal penonton sudah tergiur dengan sosok Aliando, ini jadi salah satu faktor penting pemasaran film ini.
      |CERITA| Ada sekitar tiga pokok masalah dalam film ini, dimulai dan diselesaikan satu persatu. Satu jam pertama berjalan cukup datar, tentang hidung Dava (Aliando Syarief) patah gara-gara kena bola yang ditendang Amanda (Elvira Natali). Kedua, kemesraan Amanda dan Dava, dan ketiga kematian kakak Amanda dan kelanjutan kisah kedua. Film ini merupakan adaptasi dari Novel dengan judul yang sama dan ditulis oleh Elvira Natali, tapi belum digarap sempurna, untuk menjadi skenario film, jadi berasa "ditelan mentah".
     |VISUAL| Resolusi Janji Hati tidak selebar layar lebar pada umumnya, yang harus membuat layar di XXI akan melebar saat film akan dimulai. Entah pakai tripod atau tidak, gambarnya banyak goyang, apalagi paling parah pas scene dikereta. Sering juga salah fokus, siapa yang dialog, yang difokusin malah vas bunga. Minim juga shot yang diambil, sering satu adegan diambil dengan satu shot, bahkan hingga mungkin lima menitan tanpa cut. Variasi shot juga minim, entah dari engle ataupun stocknya. Ada adegan saat Amanda dan Sindi ngobrol lama, tapi cuma diambil satu shot, itupun Amanda membelakangi kamera.
     |AUDIO| Awalnya scoring berjalan dengan baik, begitu juga dengan voley dan dubbingnya. Tapi semakin kebelakang, editan scoring mulai tidak tertata fade in, fade outnya, dan pengulangan yang bikin feelnya sempat turun. Beberapa dialog juga tak bersuara dan terkadang "galau", dalam satu scene, ada yang pakai suara live ada yang dubbing, jadi seolah gak menyatu. Tapi yang keren itu SOUNDTRACKnya!! Budhila menyanyikan "Janji Hati" yang merupakan lagu ciptaan Aliando Syarief, dan satu lagu yang Budhila duet dengan Aliando, itu yang bikin film ini bikin orang-orang sebioskop mewek semua.
     |ACTING| Aliando berperan dengan baik sebagai Dava, seorang yang pemarah dan tidak ramah, namun bisa menjadi sangat romantis disisi lain. Performanya seperti saat dia memerankan Digo di sinetron GGS.

     Elvira Natali sebagai penulis Novel Janji Hati, unjuk gigi sebagai Amanda. Sosoknya sempat diragukan oleh sebagian orang yang sudah suka dengan Prilly Latuconsina sebagai pasangan Aliando. Namun ternyata, Elvira berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik sebagai pemula.
     |KESIMPULAN| Film Janji Hati berhasil membuat banyak penontonnya menangis! Ini terlihat dari reaksi penonton yang banyak ditemui di media sosial, merasa terharu. Kalau sudah begini, tujuan pembuat film membuat penonton meresapi film ini, tercapai! Teknis dan kekuarangan lain, tak menjadi halangan yang berarti. #BanggaFilmIndonesia
     

2 komentar:

  1. Penasarannn!
    Makasih reviewnya, Kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buruan nonton! Cuma seminggu di bioskop. Jangan lupa siapin tisu sama suara buat teriak2 histeris, hihihi xD

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi