Home » , » Review Film CJR The Movie : Lawan Rasa Takutmu (2015) : Tak Semegah Film Sebelumnya

Review Film CJR The Movie : Lawan Rasa Takutmu (2015) : Tak Semegah Film Sebelumnya

    

     Setelah kepergian Bastian Steel, ternyata CJR tak berhenti berkarier di dunia akting. Pasca Film Coboy Junior The Movie di pertengahan Tahun 2013, akhirnya mereka produksi film lagi dengan pengalaman lebih seru yang dijanjikan oleh alat-alat promonya. Syuting di lokasi yang jauh dari Indonesia, Australia, apakah membuat film ini lebih baik dari pendahulunya?


     |POSTER & TRAILER| Konsep posternya keren bareng. Terlihat sangat ceria, berwarna, dan menjanjikan pengalaman seru jika ditonton. Karena banyak unsur-unsur Australia ditampilkan, dan salah satu lainnya adalah foto skydiving. Benar-benar bikin greget untuk ditonton, pembuat posternya keren.


     Trailernya keren banget, bisa menampilkan dialog-dialog menarik, adegan menarik, dan hal-hal menarik baik secara audio maupun visual. Tapi bakal kecewa kalau nonton trailer dulu baru filmnya. Karena semua dialog bagus, sentilan humor, adegan keren yang ada di film, sudah muncul di trailer. Jadi akhirnya film ini gak greget, gara-gara udah dimunculin "senjatanya" di trailer, sayang banget.


     |CERITA| Ceritanya datar. Gak ada masalah penting, besar, urgent yang ditampilkan di film ini. Ada sih dikit di deket-deket mereka mau konser, tapi itu rasanya cuma "dibuat-buat" ada, biar lebih greget, tapi gak terlalu berhasil menurutku. Kalau dibandingin film yang dulu, beda banget.


     |VISUAL| Secara umum sih bagus, apalagi banyak pemandangan Australia yang cukup memanjakan mata orang Indonesia. Tapi ya, berasa gak ada yang spesial. Sekali lagi kalau dibandingin sama film pertama, di film ini sangat minim visual efek. Akhirnya film ini terkesan sepi. Hal minus lainnya itu, kamera sering gak fokus maupun salah fokus. Jadinya penonton bingung harus melihat dibagian mana.


     |AUDIO| Kalau dari scoring dan dubing sih oke. Cuma masalah soundtrack lagu yang dipakai di film ini, banyak musisi selain CJR ikut meramaikan disini. Aku pikir ini bukan ide yang bagus. Mengingat CJR adalah kelompok musisi juga, tapi hanya beberapa lagu mereka yang digunakan di film ini. Seharusnya banyak lagu mereka yang bisa dieksplore untuk mengisi soundtrack film ini. Gak cuma yang judulnya "Lebih Baik" dan beberapa judul lain aja. Bahkan lagu-lagu yang ada di trailer, gak muncul, padahal itu salah satu lagu yang aku nantikan. Dampaknya, CJR hanya terlihat seperti aktor di film ini, bukan sebagai musisi yang main film, apalagi disini menceritakan tentang karier bermusik mereka, sayang sekali.


     |ACTING| Teuku Ryzki, Alvaro Maldini, Iqbaal Dhiafakhri, bermain seperti di film sebelumnya. Bahkan malah lebih baik yang sebelumnya. Di film ini gak ada tantangan yang berat bagi akting mereka bertiga. Abimana Aryasatya, Arie Keriting, Emanuel Kelly, maupun Ernest Prakasa juga berakting standart, gak ada yang spesial, entah karena mereka kurang total, atau memang naskahnya "kurang menantang".


     Rio Dewanto bermain paling baik. Dia berperan layaknya seorang coach dari Australia dan sangat meyakinkan. Mungkin kalau Rio bukan artis terkenal, aku tidak menyangka kalau dia orang Indonesia. Salut buat Rio Dewanto yang berhasil memerankan sosok D'Dock!


     |KESIMPULAN| Walaupun film debut dari Patrick Effendy sebagai sutradara ini memiliki kemasan yang baik, namun sayangnya tidak didukung oleh cerita yang baik, patut disesalkan. Pemilihan lokasi Australia pun hanya terlihat sebagai pemanis dan "bumbu" promosi film. Saranku, kalau ingin nonton, jangan liat trailernya dulu, bakal lebih enak pasti nontonnya. Trus buat comate juga mesti nonton, karena kalian bisa puas memandangi idola kalian di layar lebar selama sekitar satu setengah jam. #BanggaFilmIndonesia


2 komentar:

  1. Sudah nonton ini \o/
    Puas mandangin tiga pemeran utamanyaaa. *COmate sih*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas puas banget, layarnya lebar abisssss, hihihi =P

      #BanggaFilmIndonesia

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi