Home » , , » Review Film Anak Kos Dodol (2015) : Rempongnya Kos Cewek

Review Film Anak Kos Dodol (2015) : Rempongnya Kos Cewek


     Begitu tau Anak Kos Dodol bakal dibuat film, banyak yang menantikan kemunculannya di bioskop. Alasan yang sama seperti kebanyakan film adaptasi dari novel yang laris. Apalagi Anak Kos Dodol ini memiliki seri buku yang lumayan banyak, dan punya predikat best seller. Namun dengan kesuksesan novelnya, apakah akan menular ke filmnya?


     |POSTER & TRAILER| Posternya unik, karena menampilkan 13 foto cewek yang bakal jadi pemeran di film ini. Penuh warna dan ceria. Tapi sayangnya, tokoh utama di film ini tak dijadikan pusat perhatian, yang akhirnya point of interestnya sedikit rancu. Nampaknya akan lebih baik jika Ayudia Bing Slamet dan Indra Sinaga dijadikan fokus utama.


     Trailernya dibuat secara bagus, bisa menunjukkan sedikit cuplikan-cuplikan seru di film, tanpa membocorkan isi film. Udah bisa memberikan gambaran keseruan yang bakal didapet kalau nonton film komedi remaja ini.


     |CERITA| Film ini punya kisah percintaan, walaupun gak terlalu mendalam sih. Tapi Film Anak Kos Dodol juga punya banyak masalah kecil yang ada di keseharian anak kos, inilah yang bikin alur cerita film ini sangat menarik. Disini banyak penonton tertawa dibuatnya. Ceritanya gak terlalu muluk, simpel, tapi greget dan seru!


     |VISUAL| Gambar yang ditampilan begitu berwarna, ceria, dan didukung dekorasi yang imut-imut juga, sesuai dengan mood film. Kalau aku bisa kasih refrensi, hampir sama kayak Film Hijab, tapi film ini ada di satu level dibawah Film Hijab secara teknis pengambilan dan artistik shotnya. 


     Ada satu hal yang menarik disini, saat adegan Dedew curhat dengan salah satu teman kosnya, yang kemudian temannya menangis, tata lightingnya bisa berubah on the spot, tanpa cutting shot. Maksudnya, lightingnya bisa merubah situasi dari yang normal, menjadi sedih khusus untuk temen Dedew. Tapi ada juga minusnya, waktu diawal ada greenscreen saat cat rumah kos berubah jadi warna pink, masih belum halus, karena masih terasa "efeknya".


     |AUDIO| Suara dari masing-masing tokoh, cuttingnya dengan musik masuk juga pas. Banyak soundeffect yang dipakai juga mendukung situasinya. Tapi entah kenapa, kayak kurang greget gitu, berasa kurang ada yang spesial, tapi gak jelek. Mungkin kalau soundtracknya lebih di dieksplore, karena cuma terdengar secara banyak di akhir, film ini akan terasa lebih hidup.


     |ACTING| Ayudia Bing Slamet yang berperan sebagai Dedew, menjalankan kerjaanya dengan baik. Dia bisa membedakan disaat ke 12 teman kosnya lain yang di ceritakan di film, dia tidak terlihat mendominasi, namun penonton bisa tau kalau pemeran utamanya memang dia.


     Indra Sinaga atau akrab di sapa Naga vokalis Band Lyla inipun, terlihat lumayan baik memerankan tokoh Rafi, sosok alim yang jatuh cinta ke Dedew. Walaupun memang masih terlihat kaku dibeberapa scene, tapi overall bagus.


     Pemain pendukung lain, seperti Pongki Barata, Ananda Omesh, Sophie Navita, Tyson dan ke 12 temen cewek kos Dedew, memerankan perannya dengan baik, sangat baik bahkan oleh ketiga nama yang disebutkan awal. Bukan berarti 12 cewek temen kos Dedew yang aku gak hapal namanya, tidak ahli akting, mereka lihai dalam memerankan sebagai anak kos. Bahkan ada yang keren, walaupun aku gak menandai namanya siapa, karena tokohnya banyaaaak. Oh ya, soal Tyson, suami Melani Ricardo, salut aja buat dia untuk berperan seperti itu, haha.


     |KESIMPULAN| Film Komedi punya Eman Pradipta yang dipenuhi bumbu-bumbu keseharian anak kos yang dodol banget dan ringan untuk dicerna. Didukung visual dan artistik dekorasi yang oke, plus sedikit percintaan, bikin film ini harus masuk list film yang harus kamu tonton di akhir bulan ini. Apalagi buat kamu pecinta buku Anak Kos Dodol punya Dewi "Dedew" Rieka yang emang konyol abiss, gak boleh lewatin buat nonton film ini di bioskop. #BanggaFilmIndonesia


0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi