Home » , , » Review Film Garuda Superhero (2015) : Film Indonesia dengan Animasi CGI

Review Film Garuda Superhero (2015) : Film Indonesia dengan Animasi CGI

     Sudah lama banget Indonesia tidak punya film superhero nasional. Tapi malah, kita kedatangan banyak film semacam ini dari luar negeri. Mulai dari Superman, Batman, dan kawan-kawannya, bahkan udah mau ada spesies baru dari Marvel, Antman. Kekhawatiran anak Indonesia gak punya superhero dari bangsanya sendiri, sudah tercium sejak beberapa tahun terakhir. Tapi memang, untuk membuat film seperti ini, butuh usaha dan pasti dana yang besar.
     Garuda Superhero hadir menjawab kegalauan masyarakat Indonesia yang haus akan tokoh superhero nasional. Film yang ditulis dan disutradari oleh X.Jo ini, sudah mulai tayang sejak 8 Januari 2015. Sejak saat itu pula, komentar-komentar tentang film ini banyak dijumpai di media sosial. Banyak ungkapan miring tentang visual effect dalam film ini, memang apa yang salah?

     |POSTER| Sejauh melihat promo film ini, poster utama film ini ada dua. Pose Bara berbalikan badan dengan Garuda, hanya saja latar belakang yang membedakan dua poster ini. Yang satu dalam nuansa hujan kabut, satunya didalam suatu pabrik. Kalau aku lebih suka dengan yang belakangnya pabrik. Karena lebih enak dipandang. Kalau yang hujan, kesannya suram, tidak menunjukkan kekuatan superheronya. Ngomong-ngomong, aku suka sama kostum Garuda Superheronya. Terlihat seperti adaptasi dari beberapa tokoh superhero yang sudah ada, semacam Batman. Dengan lambang merah putih dan lambang garuda, itu terlihat nasionalis dan keren. Pemilihan font dan warna emas pada tulisan judul GARUDA, juga tepat. Memperlihatkan kegagahan dari Garuda Superhero.

     |TRAILER| Trailer Garuda Superhero, aku pikir kurang dikonsep secara matang. Urutan adegan dalam suatu trailer memang tidak harus selalu urut sesuai film, namun di trailer ini, aku melihat cukup acak. Kurang tertata dengan rapi. Sehingga penonton kurang melihat perintah dari si pembuat "Hai penonoton, ayok buruan ke bioskop nonton Film Garuda Superhero!". Tapi yang daya tarik yang bikin aku dan mungkin kalayak umum dalam trailer ini tuh, efeknya, sosok garuda superhero, castnya, ataupun karena di trailernya kurang bercerita, sehingga seseorang ingin memastikannya, dengan nonton film ini. Karena memang di trailer, sudah ditunjukkan beberapa scene "menarik", seperti adegan saat Alexa Key dan Agus Kuncoro saling menodongkan pistol.

     |CERITA| Secara umum, film ini mengambil jalan cerita seperti kebanyakan film superhero. Dimana ketika tidak ada sosok superhero disuatu wilayah. Ada penjahat dengan segala ancamannya. Hadir superhero, dan menjadi pahlawan atas segala kekacauan yang terjadi. Dalam Film Garuda Superhero, bercerita tentang pencurian MCA Gatotkaca, yang merupakan roket penghancur asteroid besar yang akan datang menghancurkan bumi beberapa waktu kedepan, Durja beserta ganknya lah, dalang dari semua permasalahan ini. Kemudian muncul Garuda Superhero, yang dibuat oleh Dokter yang juga membuat Durja menjadi mutant.
     Untuk ukuran durasi film 85 menit, penceritaan Film Garuda Superhero berjalan dengan wajar. Temponya pas. Alur cerita yang disuguhkan enak, walaupun kurang mendalam. Saat pengenalan tokoh, Bara yang merupakan si "Garuda Superhero" tidak diceritakan secara detail. Siapa dia, apa aktivitasnya, dan sampai akhirnya dengan cukup ajaib, dia terpilih menjadi sang superhero. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lain, seperti kepala polisi, Durja dan ganknya, dan tokoh penting lainnya.
     Premis yang digunakan untuk masalah di film ini, bagus kalau aku bilang. Namun sedikit pincang. Bayangkan aja, ada asteroid besar yang akan menghancurkan bumi beberapa saat lagi. Kebetulan aja mendaratnya di Indonesia, tapi seolah dunia "pasrah" kepada Indonesia untuk menangani asteroid ini. Walaupun memang dikatakan juga, dunia juga mempersiapkan nuklir untuk antisipasi, tapi minimal, harusnya adalah campur tangan orang asing dalam tim penanganan asteroid ini.
     Selama film  berjalan, walaupun dengan kekurangan yang dimilikinya, aku tetap menikmatinya. Termasuk saat klimaks film ini. Aku juga sempat terharu, saat scene Garuda Superhero merelakan dirinya untuk membawa MCA Gatotkaca ke asteroid. Walaupun moodku lumayan terganggu sebelum adegan itu, yaitu pas Garuda Superhero melawan Durja. Akhirnya setelah Garuda berhasil mengalahkan "anak buah" Durja, justru yang mengalahkan Durja bukan Garuda. Tapi seseorang yang tak dikenali siapa dia, tiba-tiba datang, menembakkan cairan yang membuat Durja menjadi manusia biasa, bukan seorang mutant. Padahal bakal greget kalau Garuda yang mengalahkan musuh.


     |VISUAL| Sekitar 90% film ini diambil dengan green screen, dengan visual animasi yang kasar, dan mengganggu dilihat. Aku sangat menikmati ketika adegan-adegan yang diambil tidak menggunakan green screen, itu jauh lebih nyaman. Aku cukup bingung untuk mendeskripsikannya lagi, kalau kamu belum nonton, dan pengen tau dulu, liat aja trailernya, tapi lebih disarankan, nonton filmya juga.
     Sejak awal film, aku mulai menyesuaikan diri untuk "menyamankan" pandanganku dengan visual Film Garuda Superhero, hingga aku bisa memakluminya, dan menikmati film ini, sesuai dengan mau sang sutradara. Buktinya? Aku bisa terharu saat adegan klimaks.

     |AUDIO| Untuk suara saat dialog, tidak sejernih film-film Indonesia lain, tapi baguslah untuk didengar. Musik scoringnya, standart ala-ala film superhero, bagus tapi gak ada yang spesial. Sound FX dan volley yang muncul di film ini, keluar dengan bagus, pas, dan juga tidak ada spesialnya. Secara keseluruhan, audio di film ini cukup bagus untuk didengar, hanya sekedar cukup, tak ada yang spesial.


     |ACTING| Dr. Rizal Al Idrus yang didaulat menjadi Bara sang Garuda Superhero, nampaknya ini pengalaman akting aktor utama pertama baginya. Di beberapa scene, dia terlihat keren, bisa merepresentasikan seorang "Garuda Superhero". Tapi dibeberapa scene yang lain, aktingnya kurang matang, terutama saat ngobrol dengan tokoh lain. Entah naskahnya yang seperti itu, atau gimana, dia kurang nyaman dalam berbahasa.
     Ngomongin soal bahasa, tokoh lain juga ada yang mengalami. Keganjilan itu mulai dari hal yang kecil, seperti penggunakan kata "aku" dan "saya" dalam satu kalimat. Seharusnya konsisten menggunakan salah satu saja.
     Cast yang kesannya hampir sama itu Alexa Key. Dia memiliki akting yang bagus, tapi dibeberapa scene, dia kurang "mantap" dalam berakting. Seperti ragu-ragu. Seperti saat adegan tembak-tembakan, dia seperti takut untuk mati, padahal dia mutant yang sadis dan tak takut mati.
     Yang aku pikir aktingnya keren itu Agus Kuncoro. Dia bisa memerankan peran kepala polisi dengan sangat baik. Tapi, yang paling keren dari semuanya adalah Slamet Rahardjo! Beliau memang udah expert banget masalah di akting. Dia bisa melebur menjadi karakter Durja yang berubah-ubah suasananya, terkadang seperti orang gila, terkadang terlihat kejamnya, keren banget!
     Secara umum, akting dari pemain-pemain lainnya, standart bagus, gak ada yang spesial. Termasuk kehadiran Julia Perez yang cuma muncul beberapa detik diawal film aja, haha. Tapi aku salut untuk semua pemain yang bisa berakting dan tetap tidak kehilangan feelnya, padahal syuting di green screen, yang notabene mereka belum tau, akan dibawa kemana, dibuat seperti apa film ini.


     |KESIMPULAN| X.Jo bilang kalau Garuda Superhero ini adalah trilogi. Jadi bakalan ada 2 film kelanjutannya. Walaupun dalam film pertama ini, dibilang membutuhkan waktu 10 tahun, dan tidak tahu, berapa waktu yang akan dihabiskan untuk membuat sekuelnya. Aku sangat menantikan film selanjutnya untuk aku tonton di bioskop. Tentunya dengan harapan, film selanjutnya digarap dengan lebih baik.
     #BanggaFilmIndonesia

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi