Home » , » Review Film Danau Hitam

Review Film Danau Hitam

     Bangga Film Indonesia!

     Film Danau Hitam sudah release di bioskop seluruh Indonesia, sejak 4 Desember 2014 bersamaan dengan Film Kukejar Cinta ke Negeri Cina, yang sudah aku tonton dan aku review terlebih dahulu, hehe, boleh cek disini.
     Aku sudah cukup lama menantikan film ini, semenjak sang sutradara, Jose Poernomo sudah memberitahukan produksi film ini, melalui akun media sosialnya, mendekati dari release Film Rumah Gurita, yang juga film arahannya, mau lihat reviewnya? Ada disini.

     Poster dan Trailer


      Konsep yang diusung dalam poster Danau Hitam, cukup simpel. Menunjukkan sebuah peti terbuka, berisi Nadine Chandrawinata yang terlihat ketakutan dan kotor disana, terapung di atas air yang dikelilingi oleh sosok-sosok yang menyeramkan disekitarnya. Cukup menggambarkan isi film ini. Poster ini memberikan informasi, selain judulnya memakai kata "danau" setting cerita juga beneran di danau, dan bakalan ada kegiatan adventure atau petualangan yang akan dialami tokoh, karena si Nadine digambarkan dengan baju petualang dan baju yang kotor. Dengan situasi terpojok, dimana digambarkan Nadine tidak bisa berbuat apa-apa didalem peti itu, sedangkan ia selalu dikelilingi oleh makhluk-makhluk itu.
     Trailernya, keren abisss! Udah banyak cuplikan aksi keren dari pemain-pemainnya. Mulai dari berenang, down hill, dan lain-lain. Dan yang gak kalah kerennya, permainan penataan dari Jose Poernomo, dia sangat keren dalam menjalankan salah satu tugasnya sebagai di Director of Photography, tapi... ini baru trailer, filmnya? Sabar dulu.. habis ini bakal aku bahas.
     Beberapa kejadian seperti beberapa castnya terlempar, penampakan hantu, hingga loncat ke jurang, udah menjadi alasan yang kuat buat dateng ke bioskop buat segera nonton film ini.

     Film

     Dibuka dengan sedikit flashback ke masa lalu, ketika pernah terjadi sesuatu di Danau Hitam. Kemudian dilanjutkan ke 5 anak muda yang ingin berlibur ke danau sekaligus melakukan berbagai macam olah raga ekstrim, dibuat dengan begitu seru, indah, bener-bener bikin penonton pengen ikut liburan bareng mereka. Dengan jalan off road yang sesekali tergenang air, benar-benar dimanfaatkan oleh sang DOP, Jose Poernomo, untuk dijadikan gambar yang apik dengan effect slow motion dan nilai frame per second yang tinggi, membuat gambar yang dihasilnya menjadi halus dan jernih. Salut! Belum lagi dari divisi audio yang menghadirkan musik-musik DJ untuk menambah keseruan yang ada.
     Aku bahas satu-satu dulu ya, dari teknik pengambilan gambar dari Jose Poernomo, benar-benar beragam, bervariasi, dan tak terduga! Pengambilan menggunakan helicam dengan angle yang wow banget, bikin efek kagum pada penonton. Trus penggabungan antara realita dan animasi, karena ada beberapa scene, kalau tidak salah ada dua, saat zoom out dari balkon villa dan saat Nadine lari di hutan, menggunakan animasi ranting pohon dan daun yang sangat halus menyerupai aslinya dan terlihat nyata. Pengambilan saat kondisi gelap dengan kondisi cahaya seadanya juga bisa menghasilkan gambar yang jernih, hampir tidak ada noise, dan termasuk juga di banyak adegan saat dalam kabut. Keindahan gambar disini, juga ditambah dengan efek kabut yang sangat halus, kalau dari penglihatanku, memang ada kabut yang dibuat secara nyata dilokasi, namun banyak juga kabut "ilusi" alias melalui proses editan. Tapi kalau aku bilang, itu keren banget! Entah itu asli atau editan, tapi itu nyata banget, dan kesan horornya dapet. Selain itu juga banyak adegan yang mengambil gambar cermin, gak ada bocornya, dan terambil secara apik dan bagus. Kekuatan terbesar di film ini, adalah di visualnya.
   
     Audio, mulai dari background musik dj, horor, dan mistis, tergambarkan dengan baik. Film ini juga menggunakan dua lagu pop, yang satu dipakai saat Nadine jogging, nampaknya lagu baru. Dan lagu Ari Lasso featuring Bunga Citra Lestari judulnya Aku dan Dirimu, digunakan hampir atau bahkan full satu lagu. Sebenarnya sih bagus-bagus aja, tapi aku bingung, kenapa harus pakai lagu ini, padahal ini lagu yang udah lama banget. Mungkin juga karena diburu waktu, padahal kalau aku bilang, pada scene yang menggunakan lagu ini, bisa digarap lebih apik kalau menggunakan soundtrack yang baru, bukan lagu lama. Ini pendapat pribadi aku. Atau bisa juga menggunakan instrumental saja, biar lebih dapat kesan dramatisnya. Karena jadi kesannya scene itu digarap sesimpelnya, padahal scene itu cukup vital.
     Visual udah, audio udah. Sekarang waktunya ke cerita, pada dasarnya, film horor adventure seperti ini, unsur apa yang ditonjolkan? Kamu pasti tau dong? Bagaimana membuat penonton merasa, ketakutan, kaget, kagum, terkesima, merasa terlibat didalam film, dan film ini berhasil membuat itu semua. Film ini memang bukan film drama, yang menjabarkan seluruh cerita secara detail, seperti ditunjukkan dulu saat mereka berencana liburan, packing, atau bahkan saat masih di bangku sekolah atau kuliah, flim ini langsung menyingkat dengan adegan langsung di perjalanan, ke liburan, aku pikir ini cerdik! Siasat durasi yang digarap secara apik dan benar, tanpa ada miss didalam logika cerita.
     Walaupun memang ada beberapa logika cerita yang sedikit kurang, atau bocor, namun juga terkadang sah-sah saja di film horor seperti ini, misalnya tembok kayu rumah yang sudah di cakar-cakar, di adegan selanjutnya, sudah halus kembali. Aku gak tau juga sih, memang seperti ini atau karena sisi artistik villa, kurang digarap, karena untuk ukuran rumah yang lama tidak ditinggali, sangat bagus, dan rapi sekali, berasa gak ada debu, atau sarang laba-laba, ya diluar dari penggarapan yang sangat keren saat ditanya artistik out doornya.
     Akting yang paling aku suka disini itu Nadine Chandrawinata, mungkin karena aslinya dia memang seorang wanita petualang yang suka ber-out door-ria, jadi udah ngefeel banget. Salah satu yang keren banget itu ketika dia tersangkut dan hampir jatuh ke jurang, itu entah gimana, tapi itu beneran :O keren dan salut! Walaupun ada beberapa adegan yang kurang saat dimainkan dia, terutama saat adegan drama, haha. Denny Sumargo menjalankan aktingnya dengan baik dan lancar. Berbeda dengan Ganindra Bimo dan Maria Selena yang cenderung biasa dan beberapa kali kurang "kena" gitu. Sedangkan Daniel Topan berakhir baik juga, namun aku pikir, naskah miliknya kurang di eksplore, sehingga kata-katanya gak segreget saat di Oo Nina Bobo. Yang berperan jadi polisi cewek di akhir, cuma rada keliatan kalau bukan polisi beneran, hehe. Tapi semua akting disini katanya tanpa stuntman, dan itu keren! Tapi kayaknya si Daniel Topan pas di sepeda itu, stuntman, kalau aku gak salah, hehe, tapi gak masalah sih.

     Film ini bener-bener RECOMENDED!! Thanks for reading, and keep... BANGGA FILM INDONESIA! BANGGA FILM HOROR INDONESIA!

Rating : 4.5/5

4 komentar:

  1. Eh tau gak soundtracknya APA aja ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu scene Nadine jogging pakai lagunya EXPLORE - Korban PHP

      Pas udah di rumah pakai Ari Lasso ft Bunga Citra Lestari - Aku dan Dirimu

      :-) Terima kasih pertanyaannya

      Delete
  2. saya Kuraaaaang suka film ini..
    Kenapa ? Karna banyak adegan yg enggak dijelasin, Banyak adegan yg dirasa
    kurang perlu (Dupstep Everywhere), dan filmnya gak serem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena terkadang gak semua yang di film harus dijelasin secara detail, apalagi ini bukan film drama kan.

      Tapi memang dalam menikmati film, setiap penonton punya presepsinya masing-masing kok. Karena pengalaman penonton juga beda-beda.

      Makasih ya udah komen Ivano Muchammad, makasih udah nonton Film Indonesia, tetep harus #BanggaFilmIndonesia ya!

      Delete

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi