Home » , » Review Film Mall Klender (The Mall)

Review Film Mall Klender (The Mall)


     Nah ini nih film yang aku tunggu-tunggu di tahun ini setelah Oo Nina Bobo! Film Mall Klender itu produksinya Hitmaker Studios yang sebelumnya udah garap Film Rumah Kentang sama Film 308, bagi pecinta film horor Indonesia, kamu tentunya tau kan? Nah, kemarin akhirnya aku udah nonton film ini, dan inilah beberapa tulisan review dari aku B-)
     Seperti biasanya aku ingin bahas dari poster film dulu, posternya unik, membawa objek yang biasanya tampil lucu dan imut, namun dikemas menjadi kesan horor, yaitu mesin game boneka. Trik yang menarik dan epic dari si pembuat film, untuk membuat penasaran calon penonton mereka. Keren!
     Film ini secara umum bererita tentang sekelompok orang yang suka mencari bukti tentang adanya aktivitas gaib. Utamanya Shandy Aulia disini, berperan sebagai tokoh utama yang diprediksi akan memiliki indera keenam saat dia berusia 23 tahun. Kebetulan disaat mereka menerima tantangan untuk membuktikan bahwa Mall Klender ini "baik-baik saja", Shandy tepat berusia 23 tahun.
     Film ini digarap dengan baik oleh David Poernomo, yang menurut infomasi yang aku dapat, adalah adiknya Jose Poernomo. Ia yang telah membuat 2 film Hitmaker sebelumnya, Rumah Kentang dan 308. Alur cerita di film ini menarik dan cara penceritaan dan penghororannya berbeda dengan kakaknya, namun tetap horor!
     Atmospheric Horror adalah genre yang diusung film ini. Formula yang dimaikan berbeda dengan kakaknya, seperti yang aku bilang tadi. Kalau aku ibaratkan, film Jose Poernomo ingin mencekik penontonnya dengan perlahan, hingga dibawanya ke titik sekarat, namun tak sampai mati. Jadi kita semacam disuguhi horor yang "perlahan mematikan". Tapi kalau alur di film ini, aku bilang, kamu dibawa untuk "bersantai" ke gedung berlantai banyak, tiba-tiba kamu didorong hingga jatuh, namun di lantai hampir bawah, kamu selamat karena tali penyelamat, dan kamu dibawa naik lagi, jatuh lagi, selamat, naik lagi, dan begitu seterusnya. Emosi penonton dibawa untuk naik-turun. Treatment yang epic kalau aku bilang, dan dia sukses untuk di film ini! Tapi kalau disuruh membandingkan antara karya keduanya, aku gak bisa. Mereka mempunyai cara penceritaan tersendiri dan sama-sama keren!
     Banyak kejutan yang akan kamu temui di film ini. Selain kejutan horor tentunya. Igor pun bekerja dengan baik untuk membuat soundtrack dan scoring untuk film horor ini. Karena cukup jarang film horor yang punya soundtrack, ini perlu diacungi jempol!
     Kalau disuruh kasih saran, aku merasa potensi dari Mall ini masih sangat banyak yang bisa di explore. Selain itu, ada beberapa adegan "horor"nya yang udah spoiler muncul di trailer, jadi cukup sayang aja, walaupun masih banyak kejutan selain yang ada di trailer.
     Barusan aku dapat kabar dari twitter, Hitmaker akan membuat film lagi untuk Halloween tahun ini, garapan Jose Poernomo "Rumah Gurita", dan masih Jose Poernomo akan membuat sekuel dari Oo Nina Bobo 2 di sekitaran Bulan November, tapi belum diketahui pasti Rumah Produksinya, apakah masih dengan Rapi Films atau sudah berbeda.
     Maju terus film horor Indonesia! B-)

     Rating : 4/5

2 komentar:

  1. Riza udah baca message fbku belum? Yang tentang info lomba review film2 gituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah aku bales! Aku tertarik banget Bar :') Makasih infonyaaaa :-D

      Delete

Newest Review

Review Film Hujan Bulan Juni (2017) : Film dalam Balutan Puisi

     Hujan Bulan Juni, awalnya adalah novel karya Sapardi Djoko Darmono yang telah terbit sejak tahun 1994. Di tahun 2017 ini, Hestu Sa...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi