Home » , , » Review Film Killers

Review Film Killers


     Udah pada gak asing kan sama film yang satu ini? Film yang sudah mulai di "promosikan" sejak tahun lalu oleh Daniel Mananta selaku Produsernya. Selain itu, pada bulan Januari kemarin, film ini juga mendapatkan penghargaan di Festival Film Sundance bersama The Raid 2 : Berandal. So, film ini menjadi salah satu film yang banyak dinantikan penggemar film dunia, khususnya di Indonesia.
     Dari awal sudah dikatakan bahwa film ini merupakan hasil kerjasama dari 2 negara, yaitu Indonesia dan Jepang. Hal ini juga terlihat dengan jelas dari tokoh utama, latar cerita, dan sesimple liat di poster. Film ini menceritakan kisah seorang pembunuh asal Jepang yang suka merekam video pembunuhan sadisnya kemudian diunggah ke internet, yang ditontong jutaan orang di dunia termasuk Bayu (Oka Antara), seorang wartawan Indonesia yang sedang punya masalah dengan politisi.
     Akhirnya diawali dari kejadian yang tidak sengaja, yaitu perlawanan Bayu ke orang-orang yang bermaksud merampoknya, dia mereka kematian mereka dan ikut mengunggahnya. Seiring cerita berjalan film psikologi thriller ini membawa ke percakapan antara Bayu dan Nomura.


     Ngomong-ngomong, film psikologi trhiller ini dibuka dengan sesuatu yang bikin sesek nafas, bisa bikin duduk kamu gak nyaman, sampai popcorn yang udah kamu beli, nganggur. Karena aku pikir, di bagian pembunuhan pertama di film ini, sudah di rancang sedemikian rupa, sehingga benar-benar menunjukkan identitasnya sebagai psikologi thriller.
     Namun seiring berjalannya film berdurasi 2 jam lebih ini, sensasinya semakin berkurang, tapi bukan berarti film ini jelek. Film ini tetap berjalan di alur yang baik. Walaupun aku sempat sedikit merasa agak membosankan di tengah film.

     Hal yang membuat cukup seru adalah ketika Nomura ke Indonesia dan bertemu dengan Bayu. Ketegangan mulai memuncak, dan kita dituntut untuk berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya. Cerita berjalan cukup seru. Tapi aku pikir efek liurnya Bayu rada berlebihan. Ending dari film ini pun mengecewakan. Pakai adegan tembakan yang didramatisir dengan efek yang gak kece dan berasa rada romantis malah jatuhnya itu -,- jadi sayang banget udah keren diawal sampai tengah, tapi endingnya, merusak segalanya ~
     Film ini memang bisa dikategorikan film bagus, walupun punya kekurangan. Ini bisa menjadi dahaga bagi kamu pecinta film psikologi trhiller. Walaupun mungkin, orang biasa menganggap film ini gak baik karena genre yang diangkat, cukup jarang. Karena sampai saat ini film ini masih diputar di bioskop, so buruan nonton, dari pada nyesel. Oh ya, saran aja, kalau punya penyakit pernafasan, bawa oksigen ya, hehe, soalnya adegan di awal-awal rada bikin sesek :p
     Makasih udah baca ya :-D

     Rating : 3.5/5

0 komentar:

Post a Comment

Newest Review

Review Film Berangkat (2017) : Ringan, Seru dan Asyik

         Sutradara terkesan sebagai pekerjaan seorang cowok, namun pada kenyataannya gak selalu seperti itu. Naya Anindita membuktikannya...

Popular Review

Followers

 
Copyright © 2016 Riza Pahlevi